Ketua DPRD Sukabumi Dukung Program Hati Bersih, Perkuat Kolaborasi Jaminan Kesehatan Menuju Sukabumi Mubarakah

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., 

SUKABUMI |SKS – Di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah serta tantangan kepesertaan jaminan kesehatan, diperlukan inovasi dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan masyarakat Kabupaten Sukabumi tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang optimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., menyampaikan dukungan terhadap inovasi program Hati Bersih (Sehat Tanggung Jawab Kita Bersama) yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Masykur.

Menurut Budi Azhar, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat semangat kebersamaan dan tanggung jawab seluruh elemen dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menyampaikan, kondisi global yang berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah, ditambah adanya penonaktifan sebagian kepesertaan jaminan kesehatan, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis, inovatif, serta sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak kehilangan akses terhadap layanan tersebut.

Dukungan DPRD terhadap program Hati Bersih diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

Melalui semangat Sehat Tanggung Jawab Kita Bersama, program Hati Bersih diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih sehat, sejahtera, dan berkeadilan, sejalan dengan cita-cita pembangunan Sukabumi Mubarakah.

Catatan: Naskah ini sudah dirapikan dengan gaya pemberitaan media online. Jika tersedia kutipan langsung dari Ketua DPRD mengenai bentuk dukungan atau langkah konkret DPRD, bagian tersebut dapat ditambahkan agar berita lebih kuat dan bernilai jurnalistik.

Wahyu|Red

Lebih baru Lebih lama