Disperkim Kabupaten Sukabumi Monitoring Pembangunan Hunian Tetap Korban Pergerakan Tanah di Desa Cikadu, Progres Capai 37 Persen

SUKABUMI|SUARAKOWASI – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dilaksanakan pada Senin (8/6/2026) guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan target yang telah ditetapkan.

Monitoring dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Kawasan Kumuh Disperkim Kabupaten Sukabumi, Rudi AB, bersama perangkat Desa Cikadu serta unsur TNI dari Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.

Dalam keterangannya, Rudi AB mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk mengevaluasi progres pembangunan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lapangan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar hingga selesai.

"Hari ini kami dari Dinas Perkim melaksanakan monitoring khusus pembangunan hunian tetap yang didampingi oleh perangkat Desa Cikadu dan pihak Kodim 0622 Palabuhanratu. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan dan kualitas bangunan yang telah direncanakan," ujarnya.

Menurut Rudi, hingga saat ini progres pembangunan Huntap telah mencapai sekitar 37 persen. Sejumlah unit rumah pada tahap pertama dan tahap kedua telah berhasil diselesaikan, sementara pembangunan tahap ketiga saat ini sedang berlangsung.

"Alhamdulillah progres pembangunan sudah mencapai 37 persen. Tahap pertama sebanyak 20 unit dan tahap kedua sebanyak 20 unit telah selesai dikerjakan. Saat ini pembangunan memasuki tahap ketiga dan kami optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan," jelasnya.

Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Selain memberikan rasa aman dari ancaman bencana, hunian yang dibangun juga dirancang agar memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan bagi para penghuninya.

Rudi berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan tanpa kendala sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah baru mereka.

"Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat selesai tepat waktu. Dengan demikian warga Kampung Gempol yang terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang layak, aman, sehat, dan nyaman untuk mendukung kehidupan mereka ke depan," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Disperkim berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan Huntap tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana dan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang terdampak. Dengan adanya hunian tetap ini, diharapkan para warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan memiliki lingkungan tempat tinggal yang lebih baik.

Wahyu|Red.

Lebih baru Lebih lama