Yayasan Cahya Ning Galih dan Pemdes Cijalingan Kolaborasi Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun

Ketua Yayasan Cahya Ning Galih, Endin, S.Pd.,  mengenakan batik hitam. 

SUKABUMI |SKS Dalam upaya mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, Yayasan Cahya Ning Galih menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Cijalingan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (14/2/2026).

Yayasan Cahya Ning Galih yang menaungi sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, PKBM LPMD hingga SMK, mulai menerapkan program Wajib Belajar 13 Tahun pada Tahun Ajaran 2025/2026. Program ini mencakup 1 tahun pendidikan prasekolah (PAUD) dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah, baik melalui jalur formal maupun kesetaraan (Paket A setara SD hingga Paket C setara SMA).

Ketua Yayasan Cahya Ning Galih, Endin, S.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan yang bermutu.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan sejak dini secara optimal, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik sebelum memasuki jenjang sekolah dasar,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, penguatan pendidikan sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter dan keterampilan peserta didik, sekaligus mendukung target peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Cijalingan, Tatang, membenarkan adanya kerja sama antara pemerintah desa dan yayasan dalam menyukseskan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerataan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami dari pemerintah desa siap mendukung dan membantu agar program Wajib Belajar 13 Tahun ini berjalan dengan baik demi kemajuan pendidikan di Desa Cijalingan,” ungkapnya.

Dengan sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah desa, diharapkan program ini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membuka akses belajar yang lebih luas bagi masyarakat.

Reporter : Wahyu H|Red

Lebih baru Lebih lama