Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Desy Ratnasari Tekankan Moralitas sebagai Fondasi Literasi Digital

SUKABUMI |SKS -Dalam upaya memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah dinamika era digital, Anggota Komisi I DPR RI Dapil Jabar IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Dr. Desy Ratnasari, M.Si., M.Psi., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung SKBM Cikole, Kota Sukabumi, Senin (09/02/2025) pukul 08.00–12.00 WIB.

Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Moralitas dalam Membangun Literasi Digital yang Bertanggung Jawab” dan diikuti oleh para pegiat literasi dari wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dalam pemaparannya, Desy Ratnasari menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Menurutnya, moralitas memegang peranan krusial dalam membangun literasi digital yang bertanggung jawab. “Secanggih apa pun kemampuan digital seseorang, tanpa landasan moral yang kuat, dampaknya bisa bersifat destruktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa moralitas membantu masyarakat untuk memilah dan memilih informasi secara bijak, membedakan antara fakta dan hoaks, menentukan informasi yang layak dibagikan atau ditahan, serta menimbang dampaknya bagi orang lain.

Desy yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI menekankan bahwa peran moralitas dalam literasi digital mencakup tiga hal utama, yakni sebagai penuntun etika dalam penggunaan teknologi, pengendali perilaku di ruang digital, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap interaksi daring.

“Teknologi yang berkembang pesat harus diimbangi dengan moralitas yang kuat. Moralitas adalah ruh dari literasi digital yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cakap secara teknis, tetapi juga bijak, beretika, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dalam setiap aktivitas di ruang digital.

Reporter : Hery S

Lebih baru Lebih lama