Warga Kampung Nanggerang Patungan Cor Jalan Rusak, Tegaskan Tak Gunakan Dana Desa maupun APBD

Foto : Hery/SKS.

SUKABUMI |SUARAKOWASI – Warga Kampung Nanggerang RW 06, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan dengan melakukan pengecoran jalan rusak secara swadaya tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Aksi gotong royong yang digelar pada Jumat (24/04/2026) itu dilakukan oleh warga RT 01, 02, dan 03. Mereka bahu-membahu memperbaiki ruas jalan desa yang selama ini dipenuhi lubang dan dinilai membahayakan pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.

Menariknya, di lokasi kegiatan terpasang spanduk yang menegaskan bahwa perbaikan jalan tersebut murni hasil swadaya masyarakat. Dalam spanduk itu tertulis bahwa kegiatan pengecoran jalan bukan berasal dari Dana Desa, APBD, maupun APBN.

Dengan peralatan seadanya, puluhan warga turun langsung menutup lubang-lubang jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur di lingkungan mereka.

Salah seorang warga, DH, mengatakan kegiatan swadaya itu dilakukan karena kondisi jalan sudah semakin rusak dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami bergerak bersama karena jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan sering membahayakan pengendara. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara sambil menunggu adanya perbaikan permanen dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hegarmanah, Ujang Natadireja, menjelaskan bahwa pemerintah desa sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan kepala dusun terkait kondisi jalan tersebut.

Menurutnya, pemerintah desa sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan melalui berbagai jalur penganggaran, baik melalui SIPD kabupaten maupun usulan ke tingkat provinsi.

“Anggaran desa tahun 2026 terdampak efisiensi hingga hampir 80 persen, sehingga banyak pembangunan yang belum bisa direalisasikan. Kami juga sudah mengajukan ke Disperkim, namun untuk tahun ini prioritas pembangunan masih difokuskan pada kawasan kumuh,” jelasnya melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, karena kondisi jalan semakin parah dan sulit dilalui, akhirnya muncul inisiatif masyarakat untuk melakukan perbaikan secara mandiri.

“Kami dari pemerintah desa sangat mengapresiasi semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam memperbaiki jalan ini,” pungkasnya.

Reporter: Hery Setiawan
Lebih baru Lebih lama