SUKABUMI |SKS — Kondisi ruas Jalan Cibatu–Cicantayan, tepatnya di depan Yayasan Pendidikan Al-Ma’ariz dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi perhatian warga. Masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, meminta pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap titik jalan yang rusak dan berlubang tersebut.
Permintaan itu disampaikan warga pada Jumat (2/10/2026). Lokasi kerusakan berada di kawasan perbatasan Desa Hegarmanah, Desa Sukadamai, dan Desa Cicantayan, yang menjadi salah satu jalur penghubung aktivitas masyarakat antardesa.
Warga menilai, kondisi jalan tersebut perlu segera mendapatkan penanganan serius. Selain berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan infrastruktur juga dapat menghambat mobilitas masyarakat, aktivitas pendidikan, serta kelancaran distribusi barang dan hasil pertanian.
Jalan yang berlubang dan rusak berisiko memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Terlebih, lokasi tersebut berada di sekitar lingkungan sekolah dan dapur SPPG yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Ketua Yayasan Al-Ma’ariz, M. Maksum, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang menurutnya telah lama belum mendapatkan perbaikan secara memadai.
“Duka kirang apal pas namah, yang jelas itu jalan belum diperbaiki sudah puluhan tahun,” ungkapnya, (Bahasa Sunda).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut demi kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.
Menurutnya, perbaikan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga menyangkut kepentingan masyarakat luas yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
“Harapan kami, pemerintah segera melakukan perbaikan agar pengguna jalan merasa nyaman dan anak-anak sekolah bisa lebih aman saat beraktivitas,” ujarnya.
Warga Sebut Rawan Kecelakaan
Keluhan serupa disampaikan salah seorang warga yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Ia membenarkan bahwa kondisi jalan yang rusak telah menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan.
Bakan, menurutnya, di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan yang cukup parah.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi korban lebih banyak untuk melakukan penanganan. Perbaikan dinilai mendesak guna meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Di sisi lain, warga mengakui bahwa ruas Jalan Cibatu–Cicantayan setiap tahun mendapatkan penanganan rehabilitasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi.
Masyarakat pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Namun, mereka menyayangkan masih adanya titik yang belum tersentuh penanganan secara optimal, khususnya pada STA di depan Yayasan Al-Ma’ariz yang berseberangan dengan dapur SPPG.
Pemkab Diharapkan Segera Turun Tangan
Warga berharap Dinas PU Kabupaten Sukabumi dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Perbaikan di titik tersebut dinilai penting mengingat fungsinya sebagai akses mobilitas masyarakat, jalur aktivitas pendidikan, serta penghubung kegiatan ekonomi warga di wilayah Kecamatan Cicantayan dan sekitarnya.
Secara umum, kondisi infrastruktur jalan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran transportasi, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan, terutama pada titik-titik yang memiliki tingkat aktivitas tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Aspirasi masyarakat tiga desa tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari terlaksananya program rehabilitasi setiap tahun, tetapi juga dari sejauh mana seluruh titik kerusakan yang membutuhkan penanganan dapat direspons secara tepat.
Waarga berharap, perbaikan Jalan Cibatu–Cicantayan, khususnya di depan Yayasan Al-Ma’ariz dan dapur SPPG, segera direalisasikan. Dengan demikian, keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin, aktivitas pendidikan berjalan nyaman, dan roda perekonomian masyarakat tetap lancar.
Langkah cepat dan responsif dari pemerintah daerah sangat dinantikan agar keluhan warga tidak terus berlarut-larut dan akses jalan yang menjadi kebutuhan bersama dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Wahyu|Hery. (Red)
