IPALD Dibangun di Karawang Kulon, Warga Apresiasi Langkah Disperkim Sukabumi Atasi Limbah Domestik

Sks

SUKABUMI |SKS – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) komunal di Kampung Karawang Kulon RT 01/RW 07, Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sanitasi sekaligus mengatasi persoalan limbah domestik di kawasan permukiman.

Selama ini, pengelolaan limbah rumah tangga di lingkungan tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar. Dengan dibangunnya IPALD komunal, limbah domestik dari rumah warga dapat dikelola dan dialirkan menuju satu sistem pengolahan yang lebih tertata.

Pembangunan IPALD tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi dan dilaksanakan oleh CV Sandra Buana dengan nilai kontrak sebesar Rp188.725.000.

Ketua RT 01, Usman, bersama sejumlah warga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan IPALD yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan IPALD komunal memberikan harapan baru bagi sekitar 10 kepala keluarga (KK) yang berada di lingkungan tersebut. Selain membantu mengatasi persoalan limbah rumah tangga, program sanitasi itu diharapkan mampu mendorong perubahan kawasan menjadi lebih bersih, sehat, dan layak huni.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik pembangunan IPALD ini. Program ini memang sudah lama kami nantikan. Mudah-mudahan setelah selesai, lingkungan kami menjadi lebih bersih dan sehat,” ujar Usman, Selasa (4/10/2026).

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Karawang, Iwan Gardika. Ia menilai pembangunan IPALD merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Disperkim terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang sanitasi dan lingkungan permukiman.

Iwan berharap keberadaan IPALD dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah domestik yang sebelumnya belum dikelola secara optimal.

“Dengan adanya IPAL komunal ini, limbah rumah tangga dapat dikelola dan dialirkan ke satu sistem pengolahan. Tentunya kami berharap pencemaran terhadap lingkungan, air tanah maupun saluran air di sekitar permukiman dapat diminimalisasi,” katanya.

Ia menambahkan, perbaikan sanitasi juga memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Pengelolaan limbah yang lebih baik diharapkan dapat menekan risiko penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan yang kurang sehat.

Selain itu, keberadaan IPALD juga memberikan dampak terhadap kenyamanan warga. Persoalan bau tidak sedap maupun limbah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi mengganggu lingkungan diharapkan dapat teratasi.

“Warga kami tentu sangat terbantu. Selain lingkungan menjadi lebih sehat, kenyamanan masyarakat juga meningkat. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan permukiman yang lebih layak,” ujar Iwan.

Sementara itu, Dewa, pengawas yang ditunjuk Disperkim Bidang Kawasan Kumuh, membenarkan bahwa pembangunan IPALD saat ini tengah berlangsung di lokasi.

Ia mengatakan, pengawasan dilakukan secara konsisten selama proses pekerjaan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta ketentuan yang telah ditetapkan.

“Pengawasan terus kami lakukan selama proses pembangunan berlangsung. Hal ini untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Di sisi lain, perwakilan pelaksana lapangan CV Sandra Buana menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

“Kami berupaya memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas agar bangunan IPALD dapat berfungsi secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang. Kepercayaan yang diberikan Disperkim menjadi tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Pembangunan IPALD tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis terhadap persoalan limbah domestik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kelayakan kawasan permukiman.

Hery S |Red

Lebih baru Lebih lama