SUKABUMI |SKS — Pembangunan pagar di lingkungan SDN Ciheulang Girang, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian pengguna jalan. Posisi pagar yang dibangun cukup dekat dengan badan jalan diduga berada di area bahu jalan yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama jika di kemudian hari dilakukan perbaikan maupun pelebaran jalan.
Herman, salah seorang pengguna jalan, mengatakan posisi pagar sekolah terlihat berada cukup dekat dengan bahu jalan.
Menurutnya, persoalan tersebut sebaiknya diperhatikan sejak awal agar keberadaan pagar tidak menjadi kendala apabila pemerintah melakukan penataan atau pelebaran jalan.
“Kalau nanti ada perbaikan atau pelebaran jalan, jangan sampai ruang jalannya justru semakin sempit,” ujar Herman.
Ia berharap pihak terkait dapat memastikan terlebih dahulu batas lahan sekolah dengan ruang milik jalan, sehingga pembangunan pagar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Sementara itu, upaya meminta klarifikasi kepada Kepala SDN Ciheulang Girang terkait dugaan penggunaan area bahu jalan belum mendapatkan penjelasan secara langsung.
Kepala sekolah berinisial Octa, saat dihubungi melalui telepon seluler, tidak dapat menerima panggilan. Melalui pesan singkat, ia menyampaikan permohonan maaf karena sedang sibuk dan mengarahkan untuk menemui Jaja.
Jaja, yang berada di lingkungan sekolah, membenarkan bahwa pembangunan pagar tersebut dilakukan karena halaman sekolah dinilai tidak cukup luas.
“Karena sekolah tidak memiliki halaman yang luas,” ujar Jaja.
Namun demikian, terkait batas pasti antara lahan sekolah dan ruang milik jalan, diperlukan penjelasan dari instansi yang berwenang agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
Diketahui, SDN Ciheulang Girang merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan program bantuan revitalisasi pada tahun 2026 melalui pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi tersebut dilakukan secara swakelola.
Di sisi lain, masyarakat berharap pembangunan sarana sekolah tetap berjalan dengan baik, namun juga memperhatikan batas lahan dan fungsi jalan. Dengan demikian, kebutuhan sekolah dapat terpenuhi tanpa mengurangi ruang bagi kepentingan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut.
Tim|WH/HS.
