Pemdes Parungseah Gandeng PT KKI Bangun Bank Sampah, Dorong Pengelolaan Limbah Berbasis Ekonomi

SUKABUMI |SKS – Pemerintah Desa (Pemdes) Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan PT Kemasan Kertas Indonesia (KKI) membangun Bank Sampah Unit sebagai langkah konkret dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Bank Sampah Unit baru di Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Saung Bah Munir, Kampung Nyangsang, RT 001/RW 001, Desa Parungseah, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Camat Sukabumi, Ade Rikman, S.Ag., Kepala Desa Parungseah, Muhamad Munir, serta unsur pemerintah daerah, perwakilan kementerian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, dan pihak swasta.

Pembangunan Bank Sampah Unit tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa dan sektor swasta dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih terarah, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kerja sama dengan PT Kemasan Kertas Indonesia (KKI), masyarakat nantinya diharapkan mendapatkan pembinaan serta edukasi mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Kepala Desa Parungseah, Muhamad Munir, menyampaikan bahwa pembangunan bank sampah ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang sampah. Sampah yang selama ini dianggap sebagai barang buangan diharapkan dapat diolah menjadi sumber nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik.

Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi melalui pengumpulan dan pemilahan sampah yang memiliki nilai jual.

“Tujuan pembangunan bank sampah ini adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam memandang sampah, dari yang semula dianggap sebagai limbah atau barang buangan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Kami juga ingin mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam keterangannya.

Persiapan Infrastruktur dan Sistem Pengelolaan

Setelah peletakan batu pertama, tahapan selanjutnya adalah pembangunan fisik infrastruktur serta persiapan sistem manajemen dan pelayanan Bank Sampah Unit Desa Parungseah.

Terkait jadwal operasional, pemerintah desa belum mengumumkan waktu pelayanan secara resmi. Hal tersebut lantaran pembangunan masih berada pada tahap awal sehingga diperlukan persiapan agar sistem pengelolaan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Adapun pola pelayanan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan mekanisme pengelolaan yang disepakati oleh pengelola. Pelayanan dapat dilakukan secara berkala, misalnya satu hingga dua kali dalam sepekan atau berdasarkan jadwal yang ditetapkan setelah fasilitas siap beroperasi.

Selain pelayanan langsung di lokasi, sistem penjemputan sampah terpilah atau jemput bola juga dapat menjadi alternatif untuk menjangkau warga di wilayah yang cukup luas. Mekanisme ini memungkinkan petugas mengambil sampah yang telah dipilah dari rumah warga sesuai jadwal dan ketentuan pengelola.

Informasi mengenai jadwal penimbangan, penyetoran, serta mekanisme pelayanan nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat melalui pemerintah desa, pengurus RT/RW, maupun papan pengumuman yang tersedia.

Bangun Kesadaran, Ciptakan Manfaat Ekonomi

Kehadiran Bank Sampah Unit di Desa Parungseah diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Melalui sinergi pemerintah desa, pihak swasta, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Kolaborasi Pemdes Parungseah bersama PT KKI ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, dengan menempatkan sampah bukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan, melainkan juga sebagai potensi yang dapat dikelola untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Hery S|Red

Lebih baru Lebih lama