SUKABUMI, SKS – Suasana hangat mewarnai kegiatan peliputan Apel Kebangsaan Kemah Nasional Persatuan Umat Islam (PUI) di Salabintana, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).
Di sela padatnya agenda pengamanan dan pengawalan kegiatan berskala nasional tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra menyempatkan diri berdiskusi dan bersilaturahmi bersama sejumlah awak media, baik dari media online, televisi maupun radio.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara Polri dan insan pers, khususnya dalam membangun komunikasi publik yang terbuka serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Apel Kebangsaan Kemah Nasional PUI sendiri dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda Jawa Barat, Kasetukpa, serta para Kapolres Sukabumi.
Kehadiran para pejabat utama kepolisian dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya semangat persatuan dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan media, dalam menjaga kondusivitas serta keutuhan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Hendra menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang konstruktif antara kepolisian, organisasi masyarakat, dan media massa.
“Mewakili Pak Kapolri, Kabaintelkam dan Kabid Humas Mabes Polri, Kapolda Jabar menyampaikan pesan khusus terkait pentingnya sinergitas antara Polri, organisasi masyarakat, dan media massa,” ujar Kombes Pol Hendra kepada awak media.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan berbagai pesan kebangsaan kepada masyarakat. Terlebih di tengah derasnya arus informasi, pers dituntut mampu menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap pelaksanaan Apel Kebangsaan PUI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan serta memperkokoh semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Kepolisian juga menaruh harapan besar agar insan pers terus menjadi mitra strategis Polri dalam menyebarkan informasi edukatif, menyejukkan, dan memperkokoh rasa cinta tanah air,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai pemberitaan media memiliki peran penting dalam menangkal narasi provokatif, informasi menyesatkan maupun berita bohong yang berpotensi memicu perpecahan.
“Lewat pemberitaan yang berimbang dari insan pers di Salabintana ini, nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan yang digaungkan dalam Kemah Nasional PUI diharapkan dapat tersampaikan hingga ke seluruh penjuru negeri,” pungkasnya.
Wahyu|Red
