![]() |
| Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. Desy Ratnasari, M.Si., M.Psi., menggelar Sosialisasi MPR RI Empat Pilar Kebangsaan. |
Reporter : Hery/Wahyu|Red
SUKABUMI |SKS – Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IV Kota dan Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. Desy Ratnasari, M.Si., M.Psi., menggelar Sosialisasi MPR RI Empat Pilar Kebangsaan bertema Peran Literasi Digital dalam Penguatan Nilai-Nilai Pancasila.
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut dilaksanakan di Aula Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (10/12/2025) pukul 08.00–12.00 WIB, sebagai bagian dari upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat.
Peserta kegiatan berasal dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Selendang Sutera Desa Mangkalaya, yang aktif mendorong budaya literasi di tingkat desa. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.
Dalam pemaparannya, Desy Ratnasari menjelaskan bahwa literasi digital merupakan kemampuan menggunakan media digital, teknologi informasi, dan jaringan internet secara cerdas, aman, serta bertanggung jawab. Literasi digital dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, dan kualitas sumber daya manusia.
“Penguasaan literasi digital mampu meningkatkan nilai tambah seseorang. Masyarakat yang tidak mengikuti perkembangan teknologi berpotensi tertinggal dan terisolasi secara sosial,” ujar Desy Ratnasari.
Desy menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Pancasila menjadi landasan moral dalam memanfaatkan ruang digital agar kemajuan teknologi tidak menggerus karakter dan jati diri bangsa.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini juga menyampaikan bahwa semangat Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam penggunaan media digital oleh generasi muda.
Melalui penerapan literasi digital dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, diharapkan anak-anak dan pelajar mampu menjadi pribadi yang mandiri, berpikir kritis, serta kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi diri.
Di akhir kegiatan, Desy Ratnasari menegaskan bahwa literasi digital berperan strategis dalam pengamalan Pancasila. Dengan kemampuan mengakses, menilai, menggunakan, mencipta, dan berbagi informasi secara kritis, pelajar dapat memahami nilai-nilai Pancasila secara lebih mendalam serta meningkatkan kepekaan terhadap berbagai isu kebangsaan.
