Anggota DPR RI Desy Ratnasari Tekankan Bijak Bermedia Sosial dalam Sosialisasi Empat Pilar


Reporter : Hery/Wahyu|Red

SUKABUMI |SKS – Sebagai upaya memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat IV Kota dan Kabupaten Sukabumi, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. Desy Ratnasari, M.Si., M.Psi., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Bijak Bersosial Media sebagai Bentuk Literasi Digital yang Bermoral Pancasila” ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Lembursitu, pada Rabu (10/12/2025), pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut diikuti oleh para pegiat literasi dari berbagai wilayah di Sukabumi.

Dalam pemaparannya, Desy Ratnasari menjelaskan bahwa literasi digital tidak sekadar kemampuan menggunakan media sosial atau mengirim pesan elektronik. Lebih dari itu, literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam memanfaatkan media digital, perangkat komunikasi, serta jejaring internet secara cerdas, bertanggung jawab, dan beretika.

“Literasi digital sangat penting agar masyarakat memiliki bekal keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Penguasaan literasi digital dapat meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kompetensi seseorang dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Desy.

Ia menambahkan, masyarakat yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi berpotensi mengalami keterasingan sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembentukan karakter kebangsaan.

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan moral dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi. Teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan sebaliknya.

“Perkembangan teknologi harus digunakan secara optimal untuk pengembangan diri. Dengan penerapan literasi digital yang tepat, anak-anak dan generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, bernalar kritis, dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Di akhir sesi, Desy kembali menekankan bahwa literasi digital memiliki peran strategis dalam memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila. Melalui literasi digital, masyarakat khususnya pelajar—dapat mengembangkan kemampuan mengakses, menilai, menggunakan, menciptakan, dan membagikan informasi secara efektif serta kritis.

“Hal ini memungkinkan generasi muda memahami nilai-nilai Pancasila secara lebih mendalam, berpikir kritis terhadap berbagai isu, serta meningkatkan kepekaan dalam menggali sumber-sumber ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Lebih baru Lebih lama