“Sri Baduga Jadi Panggung, Desa Sukabumi Tunjukkan Karya Nyata untuk Jawa Barat”

Reporter : Wahyu Humaedi|D2

SUKABUMI | SKS– Semangat menuju Jawa Barat Istimewa terus digelorakan. Sedikitnya tujuh kecamatan di wilayah Sukabumi bagian dua, yakni Kecamatan Cikidang, Cibadak, Cikembar, Ciambar, Caringin, dan Cicantayan, turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Anugerah Gapura Sri Baduga atau lebih dikenal dengan Lomba Sri Baduga.

Paparan penilaian kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (16/09/2025). Masing-masing kecamatan mengutus satu desa terbaik yang sebelumnya telah berhasil menyisihkan desa lain di tingkat kecamatan. Desa-desa yang mewakili antara lain Desa Tenjojaya, Sukadamai, Nagrak Selatan, Cicareuh, Caringin Wetan, Sukamulya, dan Ciambar. Setiap desa didampingi sepuluh orang pendukung untuk memperkuat paparan.

Enam Aspek Penilaian

Ajang Anugerah Gapura Sri Baduga tidak sekadar perlombaan seremonial, melainkan juga menjadi sarana evaluasi dan apresiasi terhadap desa yang telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Enam aspek utama yang menjadi tolok ukur penilaian meliputi:

1. Kesehatan Masyarakat, termasuk sanitasi dan penanganan sampah.

2. Perekonomian Desa, mencakup pemberdayaan UMKM dan inovasi ekonomi lokal.

3. Pendidikan, dari kualitas sarana prasarana hingga program peningkatan literasi.

4. Infrastruktur, seperti jalan desa, fasilitas publik, dan sarana penunjang lainnya.

5. Sosial Kemasyarakatan & Ketentraman, meliputi kerukunan warga dan keamanan lingkungan.

6. Tata Kelola Pemerintahan Desa, yang menilai transparansi, akuntabilitas, dan inovasi pelayanan publik.

Harapan dari Lomba

Kabid DPMPD, Odan F, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari pemerintah provinsi untuk mendorong desa-desa agar lebih maju dan mandiri.

“Hari ini kita melaksanakan penilaian enam aspek dari paparan para kepala desa. Mulai dari bagaimana penyampaian program, pengelolaan sampah, hingga strategi pembangunan. Upaya kami hanya menjalankan tugas dari provinsi, agar setiap desa dapat memperlihatkan kerja nyata mereka,” jelasnya.

Mendorong Desa Maju dan Mandiri

Selain menjadi ajang prestasi, lomba ini juga memiliki nilai edukatif bagi desa-desa peserta. Melalui paparan yang dilakukan, para kepala desa dapat belajar saling berbagi strategi, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Lebih baru Lebih lama