Desy Ratnasari Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Bhinneka Tunggal Ika untuk Perkuat Kebersamaan

SUKABUMI |SKS — Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Desy Ratnasari, M.Si., M.Psi., Psikolog, menggelar kegiatan Sosialisasi MPR RI dengan tema “Implementasi Nilai Bhinneka Tunggal Ika untuk Mewujudkan Kebersamaan dalam Kehidupan Masyarakat.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (13/9/2026), mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Sosialisasi menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Nilai persatuan dinilai penting mengingat Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, serta latar belakang sosial.

Desy mengatakan, Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami sebagai semboyan negara, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku masyarakat.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan yang tertulis di lambang negara, tetapi harus menjadi nilai yang kita praktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh,” ujar Desy.

Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Penyelesaian persoalan di lingkungan masyarakat juga perlu mengedepankan dialog, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

Desy menjelaskan, penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga, sekolah, tempat kerja hingga lingkungan masyarakat.

Menghargai pendapat orang lain, tidak melakukan diskriminasi, menjaga kerukunan, serta menghindari penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan konflik merupakan sejumlah contoh konkret dalam menerapkan semangat persatuan.

“Ketika kita mampu menghargai perbedaan, kita sedang menjaga persatuan. Kebersamaan tidak berarti kita harus memiliki pandangan yang sama, tetapi bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati,” katanya.

Bijak Bermedia Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Desy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Masyarakat, kata dia, perlu meningkatkan literasi digital dan membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Jangan sampai perbedaan pendapat yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan demokratis justru berubah menjadi konflik karena informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Ia menilai semangat Bhinneka Tunggal Ika semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin terbuka dan saling terhubung. Keberagaman yang ada perlu dikelola secara bijak agar menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Melalui Sosialisasi MPR RI tersebut, Desy berharap masyarakat tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi mampu menerjemahkan nilai Bhinneka Tunggal Ika ke dalam tindakan nyata.

“Persatuan Indonesia harus kita jaga bersama. Dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati tetangga, menghargai perbedaan, membantu sesama, dan menjaga komunikasi yang baik. Dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah kebersamaan dan persatuan dapat terus tumbuh,” pungkasnya.

Heri Setiawan|Red 

Lebih baru Lebih lama