SUKABUMI |SKS – Upaya menyalip dari sisi kanan berujung maut. Seorang pemuda, Imran Nasrullah (28), tewas seketika setelah sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya bertabrakan dengan truk boks di Jalan Raya Sukabumi–Bogor, Kampung Kadupugur, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kecelakaan maut tersebut terjadi ketika korban melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Saat hendak mendahului kendaraan di depannya, korban mengambil jalur kanan hingga melewati garis marka jalan.
Namun, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Isuzu Truck Box bernomor polisi B 9646 SXU yang dikemudikan Wahyu Permadi (28).
Jarak yang sudah terlalu dekat membuat kedua kendaraan tak lagi memiliki ruang untuk menghindar. Benturan keras pun terjadi.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut.
“Sepeda motor korban hendak mendahului kendaraan roda empat ke sisi kanan jalan melintasi marka. Di saat bersamaan, muncul truk boks dari arah berlawanan. Karena jarak sudah sangat dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari,” ungkap Abdurrohman.
Benturan menyebabkan Imran mengalami luka parah, terutama pada bagian kepala dan wajah. Nyawanya tak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban yang diketahui merupakan warga Kampung Cimahi, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, kemudian dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, pengemudi truk boks, Wahyu Permadi, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan sepeda motor korban mengalami kerusakan parah. Sementara bagian depan kanan truk boks turut mengalami kerusakan. Total kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengguna Jalan Raya Sukabumi–Bogor agar tidak memaksakan diri melakukan manuver atau menyalip ketika kondisi jalur tidak memungkinkan. Kesalahan mengambil jalur dalam hitungan detik dapat berujung pada hilangnya nyawa.
Wahyu H|Red

