Program Oplah Gapoktan Cita Daya Gunung Guruh Janjikan Petani Panen Tiga Kali Setahun

SUKABUMI |SKS – Kelompok Tani (Poktan) Cita Daya yang berada di Kampung Karang Gantung, Desa Gunung Guruh, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu penerima Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui perbaikan tata air dan pengelolaan lahan, sehingga petani dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Ketua Poktan Cita Daya, H. Dadang, didampingi Bendahara Yusuf, mengaku bersyukur atas kepercayaan pemerintah yang telah menetapkan kelompoknya sebagai penerima program strategis tersebut.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran Kementerian Pertanian yang telah mengalokasikan Program Oplah kepada kelompok kami. Ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan para petani," ujar H. Dadang saat ditemui, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, Program Oplah tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan. Melalui perbaikan jaringan tata air, kebutuhan irigasi akan lebih terjamin sehingga aktivitas bercocok tanam tidak lagi terlalu bergantung pada musim.

"Jika sebelumnya sebagian lahan hanya bisa ditanami sekali dalam setahun, dengan adanya perbaikan tata air kami optimistis petani dapat menanam hingga tiga kali. Ini tentu akan meningkatkan hasil panen sekaligus pendapatan petani," katanya.

Sementara itu, Bendahara Poktan Cita Daya, Yusuf, menyampaikan bahwa program tersebut telah membangkitkan semangat para petani untuk kembali menggarap lahan secara maksimal.

"Program Oplah ini memberikan harapan baru bagi kami. Dengan dukungan pemerintah, kami optimistis sektor pertanian di Desa Gunung Guruh akan semakin maju. Ini bukan hanya soal mengolah tanah, tetapi juga membangun masa depan pertanian yang lebih baik dan lebih mandiri," ungkapnya.

Program Optimalisasi Lahan yang saat ini sedang berjalan diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi peningkatan produksi pertanian, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Dengan frekuensi panen yang lebih tinggi dan hasil yang meningkat, kesejahteraan petani diharapkan ikut terangkat serta mampu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dukungan infrastruktur irigasi dan pengelolaan lahan yang lebih baik diharapkan mampu menjadikan sektor pertanian semakin produktif, berkelanjutan, dan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.

Wahyu|Red

Lebih baru Lebih lama