Bertahun-Tahun Menanti, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Bangun Bendung Ciereng, Petani Optimistis Produktivitas Meningkat

SUKABUMI|SKSPemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi. Salah satu upaya yang kini direalisasikan adalah Peningkatan Jaringan Irigasi Permukaan berupa pembangunan Bendung di Daerah Irigasi (DI) Ciereng, yang berlokasi di Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Pembangunan bendung tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama bertahun-tahun menantikan perbaikan infrastruktur irigasi sebagai penunjang aktivitas pertanian.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan dilaksanakan oleh CV HRZ Multi Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp374.605.459,36 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari kalender.

Pengawas Lapangan Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Cevi Azhari, menjelaskan bahwa pekerjaan meliputi pembangunan bendung dengan konstruksi pasangan batu serta pemasangan pintu irigasi yang dirancang untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi secara optimal.

Menurutnya, Daerah Irigasi Ciereng memiliki peran strategis karena mampu mengairi sekitar 40 hektare lahan persawahan yang berada di tiga desa, yakni Desa Seuseupan, Desa Mekarjaya, dan Desa Cijengkol.

"Pembangunan ini bertujuan meningkatkan keandalan jaringan irigasi agar distribusi air menjadi lebih lancar, merata, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi, baik pada musim tanam maupun saat musim kemarau," ujar Cevi.

Ia berharap keberadaan bendung yang lebih baik dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ketua Mitra Cai Ciereng sekaligus perwakilan pengguna air, Ubuy, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas PU yang akhirnya merealisasikan pembangunan bendung tersebut setelah penantian yang cukup lama.

"Selama bertahun-tahun kami menunggu pembangunan bendung ini. Kerusakan bendung dan saluran irigasi sering menghambat distribusi air ke sawah. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Kami sangat bersyukur karena ini memang sangat dibutuhkan oleh para petani," ungkapnya.

Menurut Ubuy, keberadaan bendung yang layak akan sangat membantu menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau, sehingga para petani dapat mengelola lahan dengan lebih optimal.

"Kami berharap hasil pekerjaannya benar-benar sesuai spesifikasi teknis, kuat, tahan lama, dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh petani," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriadi, berharap pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal dan memenuhi seluruh spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Menurutnya, peningkatan jaringan irigasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan infrastruktur pengairan yang andal.

"Apabila jaringan irigasi berfungsi optimal, distribusi air akan semakin baik sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat. Kami berharap manfaat pembangunan ini segera dirasakan masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada pasokan air dari Daerah Irigasi Ciereng," ujar Yadi.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pengguna air dan kelompok tani, untuk bersama-sama menjaga serta memelihara jaringan irigasi yang telah dibangun agar tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Di lokasi pekerjaan, sejumlah petani dan pengguna air turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Sukabumi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta Bidang SDA Dinas PU Kabupaten Sukabumi atas terealisasinya pembangunan Bendung Ciereng yang telah lama dinantikan.

Mereka berharap pembangunan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat sektor pertanian, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.

Hery S|Red

Lebih baru Lebih lama