SUKABUMI|SUARAKOWASI– Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) mulai melaksanakan perbaikan Daerah Irigasi (DI) Cipamatutan yang berlokasi di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Proyek yang dikerjakan oleh CV Angell Gemilang tersebut disambut positif oleh para petani dan pengguna air karena dinilai sangat penting untuk mendukung keberlangsungan sektor pertanian di wilayah setempat.
DI Cipamatutan merupakan jaringan irigasi kewenangan Kabupaten Sukabumi yang mengairi sekitar 54 hektare lahan persawahan. Saluran irigasi tersebut mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir pada Agustus 2025, yang mengakibatkan aliran sungai bergeser dan menggerus tanggul penahan saluran hingga menyebabkan jaringan irigasi terputus.
Kepala Bidang SDA Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriadi, membenarkan bahwa saat ini proses perbaikan tengah berlangsung sebagai bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur sumber daya air tahun 2026.
"Kerusakan saluran irigasi Cipamatutan terjadi akibat banjir pada Agustus 2025 lalu. Aliran sungai bergeser dan menggerus tanggul penahan saluran sepanjang puluhan meter hingga menyebabkan jaringan irigasi terputus," ujar Yadi di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik sangat vital bagi para petani, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim tanam maupun menghadapi musim kemarau. Oleh karena itu, perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Yadi berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh para petani yang bergantung pada pasokan air dari DI Cipamatutan.
Ia juga mengimbau masyarakat dan para pengguna air untuk bersama-sama menjaga serta merawat jaringan irigasi yang telah diperbaiki agar dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.
Sementara itu, Ali selaku tim teknis menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan tidak hanya menyambungkan kembali saluran yang terputus, tetapi juga meningkatkan fungsi jaringan irigasi secara keseluruhan.
"Beberapa item pekerjaan yang dilakukan antara lain pembangunan talang air baru dengan pondasi dan tiang beton yang kokoh. Bagian talang menggunakan material plat baja agar lebih kuat dan tahan terhadap kondisi alam," jelasnya.
Selain itu, pembangunan juga mencakup bangunan penguras, bangunan ukur, saluran tertutup, dan bangunan sadap. Keberadaan fasilitas tersebut akan memudahkan pengelolaan jaringan irigasi, termasuk pengaturan debit air, pembuangan kelebihan air, serta pembersihan sedimentasi yang mengendap.
Dengan berbagai peningkatan tersebut, sistem irigasi Cipamatutan diharapkan dapat beroperasi lebih optimal dan memudahkan pengelolaan distribusi air bagi lahan pertanian yang dilayaninya.
Proyek perbaikan DI Cipamatutan bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.339.741.349 dan dikerjakan oleh CV Angell Gemilang.
Para petani dan pengguna air DI Cipamatutan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas terealisasinya pembangunan tersebut. Mereka berharap perbaikan jaringan irigasi ini mampu mengembalikan fungsi layanan air secara maksimal sehingga aktivitas pertanian kembali berjalan lancar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi, Dinas PU, pelaksana pekerjaan, serta semua pihak yang telah mendukung pembangunan irigasi ini. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh petani," ungkap salah seorang perwakilan pengguna air.
Hery S|Red
