Hujan Deras Rendam SMA Negeri 1 Cikidang dan Permukiman Warga

Tampak ruang Sekolah Menengah Negeri 1 Cikidang terendam akibat banjir. 

SUKABUMI |SKS – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu malam (31/01/2026) menyebabkan banjir di Kecamatan Cikidang. 

Sejumlah rumah warga, fasilitas umum, serta SMA Negeri 1 Cikidang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, hujan lebat mulai turun sejak sekitar pukul 20.00 WIB. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya aliran air hingga merendam pemukiman warga di Kampung Cikidang Hilir, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Selain rumah warga, akses jalan dan sejumlah fasilitas umum turut terdampak.

Tidak hanya permukiman, banjir juga merendam area SMA Negeri 1 Cikidang. Air masuk ke lingkungan sekolah dan menggenangi halaman, lapangan olahraga, ruang kelas, hingga ruang guru dengan ketinggian air mencapai lutut. Area masjid sekolah pun turut terendam akibat luapan air tersebut. Bahkan, satu unit jembatan penghubung di sekitar sekolah dilaporkan ambruk akibat derasnya aliran air.

Salah seorang warga setempat, Asep, mengatakan banjir terjadi secara tiba-tiba.
“Kejadiannya Sabtu malam sekitar pukul delapan. Tiba-tiba air naik dan langsung setinggi lutut,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Kepala SMA Negeri 1 Cikidang, Dewi Tetra Hazizah, S.Pd., M.Pd., membenarkan bahwa banjir telah menggenangi hampir seluruh area sekolah. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah terus memantau kondisi dan berharap air segera surut agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.

“Saat ini kami sedang memantau kondisi sekolah. SMA Negeri 1 Cikidang terdampak banjir dan airnya mencapai selutut. Mudah-mudahan kondisi ini segera teratasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian material akibat banjir tersebut. Namun, genangan air dipastikan menghambat aktivitas warga dan kegiatan di lingkungan sekolah apabila tidak segera surut. Aparat terkait diharapkan segera melakukan penanganan guna mencegah dampak yang lebih luas.

Reporter : Wahyu S|Red
Lebih baru Lebih lama