SUKABUMI |SKS – Seorang kepala desa aktif di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, nyaris terpancing emosi saat akan dilaksanakan rapat Pra Musyawarah Antar Desa (MAD) BUMDesma Nabiya LKD yang bertempat di Jalan Nagrak, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, pada Selasa (20/01/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika yang bersangkutan diduga tidak menerima undangan rapat. Kepala desa tersebut terlihat menggebrak meja dan meluapkan kemarahannya di lokasi rapat. Bahkan, menurut informasi, ketegangan sempat memanas hingga nyaris terjadi adu fisik dengan rekan kepala desa lainnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rapat BUMDesma Nabiya tersebut dilaksanakan tanpa adanya undangan yang diterima oleh Kepala Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak. Sementara itu, sejumlah kepala desa lainnya justru menerima undangan rapat, sehingga menimbulkan rasa tidak dihargai.
“Kami merasa tidak diundang, sementara rekan-rekan kepala desa yang lain mendapatkan undangan rapat BUMDesma Nabiya ini. Wajar kalau saya marah, karena merasa tidak dihargai,” ujar Heri Kurniawan (Ahok), Kepala Desa Kalaparea, kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa sebagai anggota Dewan Penasehat, dirinya berhak mengetahui dan dilibatkan dalam setiap agenda kegiatan, termasuk rapat tahunan.
“Kami hanya meminta transparansi, dari hal kecil seperti undangan. Kami anggota BUMDesma dan berhak tahu. Bukan berarti ingin intervensi, tapi harus ada keterbukaan agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan lain,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama BUMDesma Nabiya, Endang Taryana, ST, menjelaskan bahwa undangan rapat tersebut ditandatangani oleh para dewan penasehat dan kemungkinan belum tersampaikan kepada yang bersangkutan.
“Mungkin undangannya sudah dibuat, hanya saja yang mengundang bukan pihak direksi BUMDesma, melainkan para penasehat. Selain itu, memang ada grup kepala desa, namun beliau tidak tergabung di grup tersebut, sehingga kemungkinan tidak terkonfirmasi,” jelas Endang.
“Kami paham karakter beliau, namun beliau juga perlu memahami bahwa ada penasehat dan direksi, dengan mekanisme komunikasi masing-masing. Bisa juga melalui ketua, Pak Dodi, Kepala Desa Cihanyawar,” tambahnya.
Terpisah, Ketua Dewan Penasehat BUMDesma Nabiya LKD Kecamatan Nagrak, Dodi Rahmat, saat dihubungi melalui telepon seluler, menilai kejadian tersebut sebagai dinamika biasa dalam forum rapat.
“Itu hal biasa, namanya rapat dewan. Diskusi untuk mencari mufakat. Apalagi saat itu juga ada Pak Camat,” singkat Dodi Rahmat.
Reporter : Wahyu/Hery|Red

